DARI MANA MEMULAINYA ?

Dari mana memulainya ? 

Pertanyaan bagus, setelah lebih dari seabad runtuh dari mana kita akan memulai membangun kembali peradaban Islam yang saat ini hilang

Mungkin jawabannya mudah, dari diri sendiri.

Penerapan syariah Islam mulai dari diri sendiri, kemudian bangun keluarga dengan pondasi Iman dan Taqwa. Apabila ada ribuan atau bahkan jutaan keluarga memperkuat pondasinya dengan Islam maka Insya Allah masyarakat Islam akan terbentuk dengan sendirinya.

Mudah sekali bukan…..

Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga kita, lingkungan kita, kota tempat kita tinggal, negara kita….. dst.

Mudahkah?

Dari mana memulainya? Tepatkah jika mulai dari sholat?

Itu mungkin jawaban yang paling tepat (setidaknya menurut penulis).

Sholat adalah ritual peribadatan dengan begitu banyak dimensi. Yang pertama adalah dimensi ketaatan. Dengan sholat seseorang telah dengan nyata menunjukkan ketaatannya kepada Allah SWT. Tunduk dan patuh terhadap perintah-Nya tanpa syarat. Seorang yang beriman tidak akan pernah sekalipun menegosiasikan perintah yang telah Allah turunkan kepadanya. Dijalankan dengan patuh seberat apapun perintah-Nya.

Kedua adalah dimensi kedisiplinan. Shalat adalah sebentuk ibadah yang telah ditentukan waktunya dengan sangat presisi. Pertama shalat subuh dilakukan ketika fajar shadiq menyingsing di ufuk timur. Kedua dhuhur dikerjakan ketika matahari tepat berada diatas kepala, ashar ketika matahari mulai tergelincir ke barat, maghrib ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, dan terakhir Isya ketika matahari telah benar-benar tenggelam.

Seseorang muslim dituntut untuk shalat diawal waktu, dan dilarang untuk memundurkan waktu shalatnya apapun alasannya. Hal ini secara langsung memberikan pendidikan tentang disiplin waktu kepada setiap muslim. Seberat apapun shalat subuh misalnya tetap harus dilakukan segera setelah adzan berkumandang, tidak peduli sedingin apapun air di pagi itu, tidak peduli seberapa ngantuknya mata dan seberapa hangatnya selimut, tetap seorang muslim dituntut untuk bangun dan mengerjakan shalat subuh.

Seorang muslim yang baik, akan terbiasa untuk berperilaku disiplin dan efisien terhadap waktu, dia akan jauh dari sikap malas, dan akan selalu menghargai waktu. Dia menyadari betapa waktu sangat berharga sekaligus sangat terbatas.

Kita semua pasti mafhum bahwa orang Jepang termasuk golongan orag yang sangat disiplin, terutama terhadap waktu. Haram bagi mereka untuk terlambat dalam segala hal. Ketepatan waktu adalah hal yang utama. Karena itulah sekarang Jepang menjadi bangsa yang maju dengan teknologi yang begitu tinggi tingkatannya jauh meninggalkan kita bangsa Indonesia yang notabene mayoritas muslim. Padahal mereka tidak memiliki shalat dalam ritual peribadatannya. Tapi mengapa mereka bisa sangat mampu menegakkan disiplin waktu dibandingkan kita umat Islam.

Kenapa masih banyak dari kita yang bangun kesiangan bahkan di hari kerja, padahal kita harus mengerjakan shalat diwaktu subuh. Seharusnya kita menjadi umat yang paling tahu bagaimana menghargai waktu, karena kita memiliki shalat yang mengajarkan kita tentang kedisiplinan.

Jadi mari kita mulai dari sekarang untuk selalu berdisiplin setidaknya dalam shalat kita, sehingga lama kelamaan kita akan bisa berdisiplin dalam segala hal.

Yang kedua adalah dimensi kebersihan. Bersih diri, pakaian, dan tempat shalat menjadi syarat sahnya shalat. Jangan pernah berharap shalat kita akan diterima kalau kita mengabaikan kebersihan.

Dimulai dari diri kita, apabila seseorang hendak shalat wajib baginya bersih dari hadats kecil dan hadats besar. Kita wajib berwudhu apabila kita berhadats kecil, dan wajib mandi jika berhadats besar.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment